Pada suatu hari terjadi persidangan, di sebuah kantor pengadilan. Yang membahas tentang si Udin yang tua berumur 70 th, memperkosa anak umur tujuh tahun.
Dalam persidangan tersebut terjadi banyak perdebatan,antara hakim, jaksa penuntut, dan Udin.
Hakim : "Saudara Udin anda dituduh atas pemerkosaan anak dibawah umur !, bukan begitu saudara jaksa?"
Jaksa : "Tepat sekali yang mulia!"
Karena tuduhan hakim dan jaksa masih memberatkan si Udin,akhirnya Udin protes...
Udin : "SAYA TIDAK TERIMA YANG MULIA!!!"
Jaksa : "Tidak terima gimana, korban ada, saksi banyak kurang apa lagi?" (dengan senyuman sinis)
Udin : "Pokoknya saya tidak terima..!!, jelas-jelas saya tidak perkosa anak dibawah umur?"
Hakim : "Kalau bukan dibawah umur terus apaan?"
Dengan keyakinan Udin menjawab,"SAYA PERKOSA ANAK DIBAWAH KASUR...!!!??@#$"
Rabu, 03 Agustus 2011
Jumat, 20 Agustus 2010
Presiden yang ke Tujuh
Category: Humor Politik
Seorang guru bertanya kepada muridnya: "Anak-anak, Presiden Habiebie adalah presiden kita ke berapa ?"
Semua menjawab: "Ketiga bu guruuuuuu…"
Kecuali seorang anak bernama Deden Bolot, dia menjawab: "Ketujuh bu guruuuuuu…"
Semua memandang Deden Bolot dengan heran.
Kemudian Bu gurunya bertanya lagi: "Coba Deden Bolot sebutkan satu persatu."
Deden Bolot: "Pertama Sukarno bu Guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto bu guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto, Suharto, Suharto, Suharto, baru Habiebie bu Guru".
Bu Guru : "???" (mikir…)
Seorang guru bertanya kepada muridnya: "Anak-anak, Presiden Habiebie adalah presiden kita ke berapa ?"
Semua menjawab: "Ketiga bu guruuuuuu…"
Kecuali seorang anak bernama Deden Bolot, dia menjawab: "Ketujuh bu guruuuuuu…"
Semua memandang Deden Bolot dengan heran.
Kemudian Bu gurunya bertanya lagi: "Coba Deden Bolot sebutkan satu persatu."
Deden Bolot: "Pertama Sukarno bu Guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto bu guru."
Bu Guru: "Lalu ? "
Deden Bolot: "Suharto, Suharto, Suharto, Suharto, baru Habiebie bu Guru".
Bu Guru : "???" (mikir…)
5 Penumpang yang Terancam Jatuh Dari Pesawat
Category: Humor Politik
Sebuah pesawat sedang terancam akan jatuh. Didalamnya ada 5 penumpang,sementara parasut untuk terjun hanya tersedia 4 buah.
Penumpang pertama bilang, "Saya kurniawan Dwi Julianto, pemain nasional sepak bola, persepakbolaan Indonesia masih memerlukan orang seperti saya. Jadi, saya belum boleh mati." Lalu dia ambil parasut pertama dan terjun.
Penumpang kedua adalah Megawati Sukarnoputri, bilang: "Saya adalah putri Sukarno. Saya juga adalah kandidat presiden Indonesia di masa datang. Sekarang ini saya sedang akan menghadiri penobatan saya jadi ketua Partai Pelopor. Saya akan menggantikan bapak saya jadi Presiden Indonesia nantinya. Jadi, saya Juga belum boleh mati."
Lalu dia ambil parasut kedua dan terjun. Penumpang ketiga, Abdurrahman Wahid, bilang: "Saya adalah mantan Presiden Repulik Indonesia. Rakyat Indonesia masih sangat membutuhkan kepemimpinan saya, jadi saya belum boleh mati."
Kemudian dia meraba raba kiri kanan dan akhirnya menemukan parasut ketiga. "Lagipula... kalau saya mati, itu Propinsi Riau, Jawa Timur/Madura, Aceh, Irian Jaya dan masih banyak lagi Propinsi lain lagi pasti akan memisahkan diri dari NKRI dan akan memerdekakan diri," tambahnya sambil melompat terjun.
Penumpang keempat adalah KH Abdullah Gymnastiar. Kepada penumpang kelima, seorang anak sekolah umur 10 tahun, Aa Gym berkata: "Sudahlah, nak, kamu pakai sajalah parasut terakhir itu.
Saya sudah cukup lama hidup. Tak berapa lama juga saya akan mati sendiri. Lagipula saya rasa saya sudah cukup banyak berdakwah untuk kepentingan ummat, saya merasa sudah punya bekal untuk menghadap Yang Kuasa.
Saya IKHLAS, nak, pakailah..!" Anak sekolah itu menjawab, "Nggak apa-apa Pak Uztad. Ini masih ada dua parasut lagi kok. Tadi itu, Gus Dur terjun pakai ransel sekolah saya. Saya sih, diemin aja....Abis dia belagu sih orangnya...."
Sebuah pesawat sedang terancam akan jatuh. Didalamnya ada 5 penumpang,sementara parasut untuk terjun hanya tersedia 4 buah.
Penumpang pertama bilang, "Saya kurniawan Dwi Julianto, pemain nasional sepak bola, persepakbolaan Indonesia masih memerlukan orang seperti saya. Jadi, saya belum boleh mati." Lalu dia ambil parasut pertama dan terjun.
Penumpang kedua adalah Megawati Sukarnoputri, bilang: "Saya adalah putri Sukarno. Saya juga adalah kandidat presiden Indonesia di masa datang. Sekarang ini saya sedang akan menghadiri penobatan saya jadi ketua Partai Pelopor. Saya akan menggantikan bapak saya jadi Presiden Indonesia nantinya. Jadi, saya Juga belum boleh mati."
Lalu dia ambil parasut kedua dan terjun. Penumpang ketiga, Abdurrahman Wahid, bilang: "Saya adalah mantan Presiden Repulik Indonesia. Rakyat Indonesia masih sangat membutuhkan kepemimpinan saya, jadi saya belum boleh mati."
Kemudian dia meraba raba kiri kanan dan akhirnya menemukan parasut ketiga. "Lagipula... kalau saya mati, itu Propinsi Riau, Jawa Timur/Madura, Aceh, Irian Jaya dan masih banyak lagi Propinsi lain lagi pasti akan memisahkan diri dari NKRI dan akan memerdekakan diri," tambahnya sambil melompat terjun.
Penumpang keempat adalah KH Abdullah Gymnastiar. Kepada penumpang kelima, seorang anak sekolah umur 10 tahun, Aa Gym berkata: "Sudahlah, nak, kamu pakai sajalah parasut terakhir itu.
Saya sudah cukup lama hidup. Tak berapa lama juga saya akan mati sendiri. Lagipula saya rasa saya sudah cukup banyak berdakwah untuk kepentingan ummat, saya merasa sudah punya bekal untuk menghadap Yang Kuasa.
Saya IKHLAS, nak, pakailah..!" Anak sekolah itu menjawab, "Nggak apa-apa Pak Uztad. Ini masih ada dua parasut lagi kok. Tadi itu, Gus Dur terjun pakai ransel sekolah saya. Saya sih, diemin aja....Abis dia belagu sih orangnya...."
Tidak Akan Menikah Lagi Jika Salah Satu Meninggal
Seorang suami sedang berbincang-bincang dengan istrinya,
Suami: "Jika aku meninggal, apakah kamu akan menikah lagi?"
Istri: "Tentu saja tidak! Aku akan tinggal bersama adik perempuanku. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah jika aku mati, kamu akan menikah lagi?"
Suami: "Ya tidak lah, sama dengan kamu, aku juga akan tinggal bersama dengan adik perempuanmu."
Suami: "Jika aku meninggal, apakah kamu akan menikah lagi?"
Istri: "Tentu saja tidak! Aku akan tinggal bersama adik perempuanku. Lalu bagaimana dengan kamu, apakah jika aku mati, kamu akan menikah lagi?"
Suami: "Ya tidak lah, sama dengan kamu, aku juga akan tinggal bersama dengan adik perempuanmu."
Masuk Fakultas Kedokteran
Alvien sedang berbincang dengan sahabatnya:
alvien: "Aku sangat bangga karena anakku masuk ke Fakultas Kedokteran UGM."
tasnim: "Wow, lalu apa yang dia pelajari di sana?"
alvien: "Wah, dia tidak belajar di sana. Mahasiswa-mahasiswa kedokteran yang mempelajari dia."
alvien: "Aku sangat bangga karena anakku masuk ke Fakultas Kedokteran UGM."
tasnim: "Wow, lalu apa yang dia pelajari di sana?"
alvien: "Wah, dia tidak belajar di sana. Mahasiswa-mahasiswa kedokteran yang mempelajari dia."
Request Via Radio di Bulan Puasa
Seorang pendengar Radio ABCD sedang terlibat percakapan via telepon dengan sang penyiar sekitar jam 4 sore:
Pendengar : "Hallo radio ABCD?"
Penyiar : "Betul, dengan siapa niiiy?"
Pendengar : "Dengan Anggi.. Boleh request gak?"
Penyiar : "Boleh... Anggi mau request apa?"
Pendengar : "Tolong puterin Adzan Magrib dong!!"
Penyiar : "!!!!????"
Pendengar : "Hallo radio ABCD?"
Penyiar : "Betul, dengan siapa niiiy?"
Pendengar : "Dengan Anggi.. Boleh request gak?"
Penyiar : "Boleh... Anggi mau request apa?"
Pendengar : "Tolong puterin Adzan Magrib dong!!"
Penyiar : "!!!!????"
Bekerja Keras Banting Tulang
Suatu hari Bajuri pulang narik bajaj sampai larut malam, ketika baru sampai di depan pintu nampak Oneng dengan muka cemberut penuh curiga.
Oneng: "Kok Abang pulangnye larut amat sih bang?, Hayoo pasti keluyuran dulu ya?"
Bajuri: "Dasar bini nggak tau diri, laki baru pulang kerja udah diomelin bukannya disambut, disiapin air panas buat mandi. Laki baru pulang kerja banting tulang seharian eeeehh.. ini malah disangka keluyuran."
Oneng: "Berarti sekarang abang udah nggak narik bajaj lagi bang?"
Bajuri: "Kok nanya gitu?"
Oneng: "Tadi abang bilang seharian kerja 'banting tulang', emang kerja banting tulang gajinya lebih gede dari narik bajaj?"
Oneng: "Kok Abang pulangnye larut amat sih bang?, Hayoo pasti keluyuran dulu ya?"
Bajuri: "Dasar bini nggak tau diri, laki baru pulang kerja udah diomelin bukannya disambut, disiapin air panas buat mandi. Laki baru pulang kerja banting tulang seharian eeeehh.. ini malah disangka keluyuran."
Oneng: "Berarti sekarang abang udah nggak narik bajaj lagi bang?"
Bajuri: "Kok nanya gitu?"
Oneng: "Tadi abang bilang seharian kerja 'banting tulang', emang kerja banting tulang gajinya lebih gede dari narik bajaj?"
Langganan:
Postingan (Atom)